RSS

Miss Marple

12 Jan

Miss Marple Them Murder in Gallop

Miss Marple

Jane Marple, biasa disebut sebagai Miss Marple, adalah karakter fiksi yang muncul di novel kriminal karya Agatha Christieis yang ke-12. Miss Marple adalah perawan tua yang menjadi detektif amatir dan tinggal desa St. Mary Mead. Dia adalah tokoh Christie paling populer dan muncul beberapa kali di layar kaca. Imagenya muncul pertama kali di osu 350 dari The Royal Magazine bulan desember tahun 1927 bersama cetakan pertamanya “The Tuesday Night Club” yang setelah itu menjadi bagian pertama dari The Thirteen Problems (1932). gambaran secara lengkapnya pertama kali disebutkan di novel The Murder at the Vicarage tahun 1930.

Character

Miss Marple adalah perawan tua yang tinggal desa St. Mary Mead. Miss Jane Marple is an elderly lady who lives in the little English village of St. Mary Mead. Dia berpakaian rapi dan sering terlihat sedang merajut atau mencabuti rumput dihalamannya. Miss Marple kadang datang tanpa (tidak sesuai) jadwal seperti sedang kebingungan, tapi saat dia datang untuk memecahkan kasus dia punya pikiran logika yang tajam, dan hampir sering teori dan dan pengertiannya tidak cocok dengan kehidupan manusia. seperti dalam tradisi cerita detektif, dia selalu mempermalukan pihak polisi dengan memecahkan misteri yang mereka tidak mampu.

Dalam rekaman tape christie yang dibuat di pertengahan 1960 terungkap bahwa ‘Miss Marple’ adalah karakter berdasarkan nenek Christie sendiri. Tapi tidak ditemukan kepastian tentang asal nama Marple sendiri. Penjelasan yang paling sering dipercaya adalah bahwa nama itu diambil stasiun kereta api Marple, Stockport, yang dilalui Christie sebagai transportasi alternatif yang dipilih Christie dari rumah keluarga Marple yang tinggal di Marple Hall, dekat dengan rumah saudaranya Madge di Abney Hall.

Miss Marple adalah wanita tua dengan rambut pendek yang hampir sama seperti kebanyakan wanita tua yang punya gangguan telinga, wanita tua yang aku temui di berbagai desa disaat aku masih muda.” Christie juga menggunakan materi dari kreasi fiksinya sendiri, nona Caroline Sheppard, yang muncul di cerita The Murder of Roger Ackroyd.

Karakter Marple di buku pertamanya The Murder at the Vicarage, tergambar berbeda dengan buku setelahnya. Di bagian awal, Miss Marple adalah wanita penggosip dan tidak terlihat sebagai wanita yang spesial. Walikota St Mary Mead menyukainya namun sering kewalahan oleh mencapuri urusan dan membuat orang lain terganggu. Di buku selanjutnya dia menjadi lebih modern dan orang yang lebih baik.

Miss Marple tidak pernah menikah dan tidak punya kerabat dekat. Diperkenalkan sebagai keponakan Miss Marple, Seorang penulis terkenal Raymond Westnever. Istrinya Joan (diapnggil Joyce) artis modern yang diperkenalkan pada tahun 1933 di The Thirteen Problems. Raymond adalah pria yang terlalu percaya diri dan selalu berpikiran buruk tentang kekuatan mental Miss Marple’s mental. Di Tahun berikutnya, Miss Marple hidup bersama seseorang bernama Cherry Baker, yang diperkenalkan pertama kali di The Mirror Crack’d From Side To Side.

Miss Marple mampu memecahkan kasus sulit bukan hanya karena kemampuannya otaknya yang tajam, tapi karena St. Mary Mead, tempat dimana dia tinggal disebagian besar hidupnya nampaknya telah memberinya contoh yang tidak terbatas tentang sisi negatif dari kehidupan manusia. Tidak ada kriminal yang muncul tanpa memperingatkan Miss Marple dari beberapa paralel suatu kejaidan sejarah di masanya. Kenalan Miss Marple kadang bosan dengan penjelasannya yang berulang-ulang kepada banyak orang dan kejadian di St. Mary Mead, tapi penjelasannya itu sering mengarahkan kepada kenyataan tentang kebenaran kriminal. Selain itu, dia melihat bukan seperti wanita tua yang rapuh, Miss Marple tidak takut dengan tubuh yang sudah mati dan tidak mudah jera. Dia juga punya kemampuan yang yang luar biasa dalam memancing komentar (informasi) dan menyambungkannya pada kasus.

Miss Marple tidak pernah bekerja untuk hidupnya (dalam artian hidup sendiri). Keuangannya didapat dari dukungan keponakannya Raymond West (A Caribbean Mystery,1964). Dia mendemonstrasikan pelajaranketelitian yang luar biasa termasuk beberapa seni pelajaran anatomi manusia yang rumit. Di They Do It with Mirrors (1952), membuktikan bahwa di masa mudanya Miss Marple menghabiskan waktunya di Eropa untuk menyelesaikan sekolah. Dia tidak berasal dari keluarga ningrat atau kaum atas.Miss Marple agaknya merasa senang untuk menyebut dirinya sebagai Gentlewoman (wanita jantan).

Christie menulis kesimpulan novel tentang Marplenya di Sleeping Murder, tahun 1940. dia menguncinya di brankas bank jadi akan aman jika akhirnya nanti dia mati. Novelnya tidak pernah dipublikasikan sampai beberapa saat setelah kematian Chirtie di tahun 1976, sekitar 36 tahun setelah novel aslinya ditulis.

Selain Miss Marple yang dideskripsikan sebagai wanita tua dibeberapa cerita, usianya disebutkan di Bertrams hotel dimana dikatakan bahwa dia mengunjungi hotel saat 14tahun dan hampir 60 tahun setelahnya (tidak termasuk Sleeping Murder). 40 tahu berlalu antara novel pertama dan novel terakhir, dan beberapa tokoh terus tumbuh dan bertambah tua. Contohnya mungkin seperto anaknya Vikar. Di akhir dari The Murder at the Vicarage, istri Vikar sedang mengandung. Di The Mirror Crack’d from Side to Side, disebutkan bahwa anak itu sekarang tumbuh dan memiliki karir yang sukses. Efek dari penuaan tersebut terlihat juga pada Miss Marple, seperti butuh liburan setelah sakit di A Caribbean Mystery.

Novels featuring Miss Marple

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2010 in Uncategorized

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
KomuniKata

Materi Kuliah Ilmu Komunikasi

Hobby Buku's Classic

manusia hanya mampu mencari kebenaran, bukan menentukannya

%d blogger menyukai ini: